Rabu, 25 April 2012

Makalah Lemak


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
       Salah satu senyawa organik golongan ester yang banyak terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia dan sangat berguna bagi kehidupan manusia adalah lemak. Lemak pada tubuh manusia terdapat pada jaringan bawah kulit di sekitar perut, jaringan lemak sekitar ginjal, yang mencapai 90%, sedangkan pada jaringan otak sekitar 75% sampai 70%. Lemak pada suhu kamar berbentuk cair, sedangkan istilah lemak biasanya digunakan untuk yang berwujud padat. Lemak umumnya bersumber dari hewan, sedangkan minyak dari tumbuhan.

B. Identifikasi
       Dari uraian latar belakang di atas, maka timbullah berbagai masalah yang dapat di identifikasi, yaitu sebagai berikut:
1.  Apa yang dimaksud dengan lemak?
2.  Bagaimanakah rumus struktur dan tata nama lemak?
3.  Bagaimanakah pengklasifikasian lemak berdasarkan kejenuhan ikatan?
4.  Bagaimanakah sifat-sifat lemak?
5.  Bagaimanakah reaksi pengenalan lemak?
6.  Apa kegunaan lemak bagi kehidupan sehari-hari dan tubuh manusia?
7.  Bagaimana proses metabolisme lemak dalam tubuh?




C. Pembatasan
       Setelah mengidentifikasi yang dikemukakan diatas, maka penelitian ini dibatasi hanya pada pengertian dan pemahaman mengenai lemak dan metabolisme.

D. Tujuan
       Makalah ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1.  Untuk mengetahui apa itu lemak.
2.  Untuk mengetahui rumus struktur dan tata nama lemak.
3.  Untuk mengetahui pengklasifikasian lemak berdasarkan kejenuhan ikatan.
4.  Untuk mengetahui sifat-sifat dari lemak.
5.  Untuk mengetahui reaksi pengenalan lemak.
6.  Untuk mengetahui kegunaan lemak bagi kehidupan sehari-hari dan tubuh manusia.
7.  Untuk mengetahui proses metabolisme lemak dalam tubuh.

E. Manfaat
1.  Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan lemak.
2.  Kita dapat mengetahui rumus struktur dan tata nama lemak.
3.  Kita dapat mengetahui pengklasifikasian lemak berdasarkan kejenuhan ikatan.
4.  Kita dapat mengetahui sifat-sifat dari lemak.
5.  Kita dapat mengetahui reaksi pengenalan lemak.
6.  Kita dapat mengetahui kegunaan lemak bagi kehidupan sehari-hari dan tubuh manusia.
7.  Kita dapat mengetahui proses metabolisme lemak dalam tubuh.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Lemak
       Lemak adalah ester dari gliserol dengan asam-asam lemak (asam karboksilat pada suku tinggi) dan dapat larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut tersebut. Beberapa lemak ada pula yang dapat larut oleh air.
       Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut . Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air. Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan kembali dengan menambahkan asam sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidak terionisasi dan kembali mudah diekstraksi dengan pelarut non-polar.
       Lemak dan minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol” . Jadi lemak dan minyak juga merupakan senyawaan ester . Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.


B. Struktur Umum dan Tatanama Lemak
                      HO-CH2        R-COO-CH2
3R-COOH + HO-CH         R-COO-CH + 3H2O
                      HO-CH2        R-COO-CH2
Asam alkanoat (asam lemak) + gliserol (1,2,3-propanatriol)                     lemak (gliserol trialkanoat)
       Pada rumus struktur lemak di atas, R1-COOH, R2-COOH, dan R3-COOH adalah molekul asam lemak yang terikat pada gliserol. Ketiga molekkul asam lemak itu boleh sama (disebut asam lemak sederhana) dan boleh berbeda (disebut asam lemak campuran). Tetapi pada umumnya molekul terbentuk dari dua atau lebih macam asam lemak.
       Nama lazim dari lemak adalah trigliserida. Penamaan lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemak.

Contoh:
CH2-COO-C17H35            CH2-COO-C17H33
CH -COO-C17H35             CH -COO-C17H33
CH2-COO-C17H35            CH2-COO-C17H33
Gliseril tristearat (tristearin)          gliseril trioleat (triolein)
CH2-COO-C11H23
CH -COO-C15H31
CH2-COO-C17H35
Gliseril lauro palmitostearat

C. Klasifikasi Lemak Berdasarkan Kejenuhan Ikatan
1.  Jenis-Jenis Asam Lemak
       Berdasarkan jenis ikatannya, asam lemak dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a.   Asam lemak jenuh
       Asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang semua ikatan atom karbon pada rantai karbonnya berupa ikatan tunggal (jenuh). Contoh: asam laurat, asam palmitat, dan asam stearat.
b.  Asam lemak tak jenuh
       Asam lemak tak jenuh, yaitu asam lemak yang menngandung ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Contoh: asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat.
2.  Hidrolisis Lemak
       Hidrolisis lemak menghasilkan gliserol dan asam-asam lemak.
CH2-COO-R1                    CH2-OH
CH -COO-R2     hidrolisis      CH-OH  +  3RCOOH
CH2-COO-R3                    CH2-OH



D. Sifat-Sifat Lemak
1. Sifat-sifat fisik Lemak
a.     Bau amis (fish flavor) yang disebabkan oleh terbentuknya trimetil-amin dari lecitin.
b.    Bobot jenis dari lemak biasanya ditentukan pada temperatur kamar.
c.     Indeks bias dari lemak dipakai pada pengenalan unsur kimia.
d.    Minyak tidak larut dalam air kecuali minyak jarak (coastor oil0, sedikit larut dalam alkohol dan larut sempurna dalam dietil eter, karbon disulfida dan pelarut halogen).
e.     Titik didih asam lemak semakin meningkat dengan bertambahnya panjang rantai karbon.
f.      Rasa pada lemak selain terdapat secara alami, juga terjadi karena asam-asam yang berantai sangat pendek sebagai hasil penguraian pada kerusakan lemak.
g.    Titik kekeruhan ditetapkan dengan cara mendinginkan campuran lemak dengan pelarut lemak.
h.    Titik lunak dari lemak ditetapkan untuk mengidentifikasikan minyak.
i.       Shot melting point adalah temperatur pada saat terjadi tetesan pertama dari lemak.
j.       Slipping point digunakan untuk pengenalan lemak alam serta pengaruh kehadiran komponen-komponennya.

2.  Sifat-sifat kimia Lemak
a.   Esterifikasi
       Proses esterifikasi bertujuan untuk asam-asam lemak bebas dari trigliserida, menjadi bentuk ester. Reaksi esterifikasi dapat dilakukan melalui reaksi kimia yang disebut interifikasi atau penukaran ester yang didasarkan pada prinsip transesterifikasi Fiedel-Craft.
b.  Hidrolisa
       Dalam reaksi hidrolisis, lemak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisi mengakibatkan kerusakan lemak. Ini terjadi karena terdapat sejumlah air dalam lemak tersebut.
c.   Penyabunan
       Reaksi ini dilakukan dengan penambahan sejumlah larutan basa kepada trigliserida. Bila penyabunan telah lengkap, lapisan air yang mengandung gliserol dipisahkan dan gliserol dipulihkan dengan penyulingan.
d.  Hidrogenasi
       Proses hidrogenasi bertujuan untuk menjernihkan ikatan dari rantai karbon asam lemak pada lemak. Setelah proses hidrogenasi selesai, lemak didinginkan dan katalisator dipisahkan dengan disaring. Hasilnya adalah lemak yang bersifat plastis atau keras, tergantung pada derajat kejenuhan.
e.   Pembentukan keton
       Keton dihasilkan melalui penguraian dengan cara hidrolisa ester.
f.    Oksidasi
       Oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan lemak atau minyak. Terjadinya reaksi oksidasi ini akan mengakibatkan bau tengik pada lemak.
E. Reaksi Pengenalan Lemak
       Ada beberapa reaksi pengenalan lemak, antara lain:
1.  Uji akrolein
       Uji akrolein digunakan untuk mengetahui adanya gliserol dan lemak. Akrolein mudah dikenali dengan baunya yang menusuk dengan kuat. Jika lemak dipanaskan dan dibakar akan tercium bau menusuk disebabkan terbentuknya akrolein.
2.  Uji Perioksida
       Uji perioksida bertujuan untuk mengetahui proses ketengikan aksidatif pada lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh.
3.  Uji ketidakjenuhan
       Uji ini digunakan untuk membedakan lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

F. Kegunaan Lemak Dalam Kehidupan Sehari-Hari
       Lemak dapat dimanfaatkan untuk beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut.
1.  Sumber energi bagi tubuh
       Lemak dalam tubuh berfungsi sebagai cadangan makanan atau sumber energi. Lemak merupakan bahan makanan yang kaya energi. Pembakaran 1 gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori.
2.  Bahan pembuatan mentega atau margarin
       Lemak dapat diubah menjadi mentega atu margarin dengan cara hidrogenasi.
3.  Bahan pembuatan sabun
       Sabun dapat dibuat dari reaksi antara lemak dengan KOH dan NaOH. Sabun yang mengandung logam Na disebut sabun keras (bereaksi dengan keras terhadap kulit) dan sering disebut sabun cuci. Sedangkan sabun yang mengandung logam K disebut sabun lunak dan di dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan sebutan sabun mandi.

G. Proses Metabolisme Lemak Dalam Tubuh
       Proses metabolisme lipid menyintesis dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural pada jaringan individu.
1.  Biosintesis
       Karena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup, maka asupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh, menjadi energi maupun disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam karbohidrat setara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapai keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak. Metabolisme yang terjadi dimulai dari:
Sementara itu:
  • lemak yang terkandung di dalam bahan makanan juga dicerna dengan asam empedu menjadi misel.
  • Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam lemak, gliserol, kemudian masuk melewati celah membran intestin.
  • Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh kilomikron dan disimpan di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein. Kelebihan lemak darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah ambiguitas yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah walaupun:
    • trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron
    • lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai macam asam lemak dan gliserol.
       Kejadian ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi asam lemak pada saat pembuatan triasilgliserol, suatu proses yang disebut lipogenesis atau sintesis asam lemak. Asam lemak dibuat oleh sintesa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluas oleh suatu daur reaksi yang menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana. Enzim-enzim biosintesis asam lemak dibagi ke dalam dua gugus, di dalam hewan dan fungi, semua reaksi sintasa asam lemak ini ditangani oleh protein tunggal multifungsi, sedangkan di dalam tumbuhan, plastid dan bakteri memisahkan kinerja enzim tiap-tiap langkah di dalam lintasannya. Asam lemak dapat diubah menjadi triasilgliserol yang terbungkus di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.
       Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturasa, di mana ikatan ganda diintroduksi ke dalam rantai asil lemak. Misalnya, pada manusia, desaturasi asam stearat oleh stearoil-KoA desaturasa-1 menghasilkan asam oleat. Asam lemak tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapat disintesis di dalam jaringan mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari makanan.
       Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme di mana gugus asil di dalam asil lemak-KoA dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan diasilgliserol.
       Terpena dan terpenoid, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi satuan-satuan isoprena yang disumbangkan dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfat. Prekursor ini dapat dibuat dengan cara yang berbeda-beda. Pada hewan dan archaea, lintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA, sedangkan pada tumbuhan dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat sebagai substratnya. Satu reaksi penting yang menggunakan donor isoprena aktif ini adalah biosintesis steroid. Di sini, satuan-satuan isoprena digabungkan untuk membuat skualena dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadi sehimpunan cincin untuk membuat lanosterol. Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid, seperti kolesterol dan ergosterol.
2.  Degradasi
       Oksidasi beta adalah proses metabolisme di mana asam lemak dipecah di dalam mitokondria dan/atau di dalam peroksisoma untuk menghasilkan asetil-KoA. Sebagian besar, asam lemak dioksidasi oleh suatu mekanisme yang sama, tetapi tidak serupa dengan, kebalikan proses sintesis asam lemak. Yaitu, pecahan berkarbon dua dihilangkan berturut-turut dari ujung karboksil dari asam itu setelah langkah-langkah dehidrogenasi, hidrasi, dan oksidasi untuk membentuk asam keto-beta, yang dipecah dengan tiolisis. Asetil-KoA kemudian diubah menjadi Adenosina trifosfat, CO2, dan H2O menggunakan daur asam sitrat dan rantai pengangkutan elektron. Energi yang diperoleh dari oksidasi sempurna asam lemak palmitat adalah 106 ATP. Asam lemak rantai-ganjil dan tak jenuh memerlukan langkah enzimatik tambahan untuk degradasi.

BAB III
METODOLOGI

A.Tempat Dan Waktu
1.                        Tempat
                 Pengerjaan tugas ini dilakukan di kampung sukawayana RT 07/02 Desa. Cikakak Kec. Cikakak Kab. Sukabumi tepatnya di rumah Agita Safitri Putri.
2.                        Waktu
                 Pengerjaan tugas dilakukan mulai pada hari Minggu, 04 Maret 2012 hingga selesai.

B. Metode
       Metode yang saya gunakan dalam pengerjaan tugas ini adalah studi pustaka.


C. Alat Dan Bahan
       Alat dan bahan yang saya gunakan dalam pengerjaan tugas ini, antara lain buku dan situs internet.

D.Cara Kerja
       Cara kerja yang saya lakukan adalah dengan mengunjungi perpustakaan dan situs internet sebagai bahan penunjang pembahasan saya.

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Pengertian Lemak
       Lemak adalah ester yang dari gliserol dan asam-asam karboksilat pada suku tinggi yang dapat larut dalam pelarut organik nonpolar.

B. Rumus Struktur dan Tatanama Lemak
       Rumus umum:
CH2-COO-R1
CH –COO-R2
CH2-COO-R3
       Tatanama lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemak.
C. Klasifikasi Lemak Berdasarkan Kejenuhan Ikatan
       Berdasarkan jenis ikatannya, asam lemak dikelompokkan menjadi dua, yaitu: asam lemak jenuh dan asam lemah tak jenuh. Berikut ini adalah contoh beserta rumus struktur dan rumus molekul dari asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang disajikan di dalam tabel 1.1.
Rumus struktur
Rumus Molekul
Nama Asam Lemak
1.              Asam lemak jenuh:


CH3(CH2)10COOH
C11H23COOH
Asam Laurat
CH3(CH2)14COOH
C15H31COOH
Asam Palmitat
CH3(CH2)16COOH
C17H35COOH
Asam Stearat
2.  Asam Lemak Tak Jenuh


CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH
C17H33COOH
Asam Oleat
CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7COOH
C17H31COOH
Asam linoleat
CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2CH=CH(CH2)7COOH
C17H29COOH
Asam Linoleat

D. Sifat-Sifat Lemak
       Sifat-sifat lemak dibedakan menjadi dua yaitu, sifat fisik dan sifat kimia.
1.  Sifat fisik
a.   Lemak hewan berbentuk zat padat, sedangkan lemak tumbuhan berbentuk zat cair.
b.  Asam lemak jenuh mempunyai titik didih tinggi, sedangkan asam lemak tak jenuh memiliki titik didih rendah.
c.   Lemak larut pada pelarut nonpolar. Alkohol panas adalah pelarut lemak yang baik.
2.  Sifat Kimia
       Dari sifat kimianya lemak dapat dimanfaatkan sebagai pembuat berbagai macam kebutuhan seperti lilin dengan cara hidrolisis, penyabunan atau seponifikasi dengan cara mencampurkan lemak dengan KOH atau NaOH, dan juga sebagai pembuatan margarin dari minyak sawit dengan cara proses hidrogenasi.

E. Reaksi Pengenalan Lemak
       Ada beberapa reaksi pengenalan lemak, antara lain:
1.  Uji akrolein digunakan untuk mengetahui adanya gliserol dalam lemak.
2.  Uji peroksida digunakan untuk mengetahui proses ketengikan oksidatif pada lemak.
3.  Uji ketidakjenuhan digunakan untuk membedakan lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

F. Kegunaan Lemak Dalam Kehidupan Sehari-Hari
1.  Sumber energi bagi tubuh
       Lemak dalam tubuh berfungsi sebagai cadangan makanan, sumber energi, mempertahankan suhu tubuh, dan pelarut vitamin A, D, E, dan K.
2.  Bahan pembuatan mentega dan margarin
       Lemak dapat diubah menjadi mentega atu margarin dengan cara hidrogenasi.
3.  Bahan pembuatan sabun
       Sabun dapat dibuat dari reaksi antara lemak dengan KOH dan NaOH.

G. Proses Metabolisme Lemak Dalam Tubuh
       Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak. Metabolisme yang terjadi dimulai dari:
  • lemak yang terkandung di dalam bahan makanan dicerna dengan asam empedu menjadi misel.
  • Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam lemak, gliserol, kemudian masuk melewati celah membran intestin.
  • Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh kilomikron dan disimpan di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein. Kelebihan lemak darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah ambiguitas yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah walaupun:
    • trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron
    • lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai macam asam lemak dan gliserol.
       Kejadian ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi asam lemak pada saat pembuatan triasilgliserol, suatu proses yang disebut lipogenesis atau sintesis asam lemak. Asam lemak dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluas oleh suatu daur reaksi yang menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana. Enzim-enzim biosintesis asam lemak dibagi ke dalam dua gugus, di dalam hewan dan fungi, semua reaksi sintasa asam lemak ini ditangani oleh protein tunggal multifungsi, sedangkan di dalam tumbuhan, plastid dan bakteri memisahkan kinerja enzim tiap-tiap langkah di dalam lintasannya. Asam lemak dapat diubah menjadi triasilgliserol yang terbungkus di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.
       Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturasa, di mana ikatan ganda diintroduksi ke dalam rantai asil lemak. Misalnya, pada manusia, desaturasi asam stearat oleh stearoil-KoA desaturasa-1 menghasilkan asam oleat. Asam lemak tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapat disintesis di dalam jaringan mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari makanan.
       Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme di mana gugus asil di dalam asil lemak-KoA dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan diasilgliserol.
       Terpena dan terpenoid, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi satuan-satuan isoprena yang disumbangkan dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfat. Prekursor ini dapat dibuat dengan cara yang berbeda-beda. Pada hewan dan archaea, lintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA, sedangkan pada tumbuhan dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat sebagai substratnya. Satu reaksi penting yang menggunakan donor isoprena aktif ini adalah biosintesis steroid. Di sini, satuan-satuan isoprena digabungkan untuk membuat skualena dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadi sehimpunan cincin untuk membuat lanosterol. Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid, seperti kolesterol dan ergosterol.

BAB V
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
       Lemak adalah ester yang dari gliserol dan asam-asam karboksilat pada suku tinggi yang dapat larut dalam pelarut organik nonpolar.
       Tatanama lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemak. Berdasarkan klasifikasi kejenuhan ikatannya lemak dibagi menjadi yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh.
       Pada umumnya lemak bersifat tidak mudah larut dalam air dan bisa larut dengan baik pada pelarut nonpolar dan alkohol panas.
       Ada 3 cara dalam mengenali lemak, anatara lain: uji akrolein, uji peroksida, dan uji kejenuhan.
       Dalam kehidupan sehari-hari lemak berguna sebagai sumber energi, pembuatan sabun dan pembuatan margarin.
       Pada metabolisme tubuh lemak berperan sebagai pengganti energi yang kurang akibat sudah habisnya energi utama pada tubuh atau sebagai cadangan makanan dalam proses metabolisme tubuh.

B. Saran
       Laporan ini masih belum mencapai sempurna, sehingga pembaca dapat menambahkan atau menghapus bagian yang kurang.

DAFTAR PUSTAKA

Kusnawan, E. 2008. Panduan Pembelajaran KIMIA untuk SMA/MA kelas XII. Bogor: PT.Siem & Co.Jakarta
Utami, budi, dkk. 2010. KIMIA untuk SMA/MA kelas XII Program Ilmu Alam. Bandung: Buku Sekolah Elektronik
Novianto, Ipung S.Pd. 2011. Buku Kerja SMA KIMIA kelas XII. Surakarta: Suara Media Sejahtera
http://www.wikipedia.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar